Sepsis hingga saat ini masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pelayanan kesehatan modern. Kondisi ini dapat berkembang cepat dan mengancam nyawa, terutama jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak fase awal.
Menurut data World Health Organization (WHO) pada Mei 2024, terdapat sekitar 48,9 juta kasus sepsis di seluruh dunia dengan rata-rata 11 juta kematian setiap tahunnya. Di Indonesia, sepsis juga menjadi penyebab signifikan kematian pasien rawat inap, termasuk di rumah sakit wilayah Jakarta.
Menjawab tantangan tersebut, Medistra Hospital bekerja sama dengan PT Sysmex Indonesia menyelenggarakan Round Table Discussion (RTD) bertema “Spotting Sepsis Early: The Importance of Extended Inflammatory Parameters”. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi ilmiah untuk membahas pentingnya deteksi dini sepsis melalui pendekatan berbasis laboratorium dan kolaborasi lintas disiplin.
Apa Itu Sepsis dan Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?
Sepsis merupakan respons tubuh yang ekstrem terhadap infeksi dan dapat menyebabkan kegagalan organ hingga kematian. Salah satu kendala utama dalam penanganan sepsis adalah gejala awal yang sering kali tidak spesifik. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan diagnosis dan terapi, yang secara langsung berdampak pada tingginya angka kematian.
Oleh karena itu, deteksi dini menjadi kunci utama dalam menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan peluang kesembuhan pasien. Di sinilah peran teknologi laboratorium modern menjadi semakin penting sebagai alat bantu pengambilan keputusan klinis.

Kegiatan RTD ini menghadirkan dua pembicara utama yang berpengalaman di bidangnya, yaitu Prof. Dr. dr. Tonny Loho, DMM, Sp.PK(K), Spesialis Patologi Klinik Konsultan Penyakit Tropik Infeksi, serta Dr. dr. Adityo Susilo, Sp.PD-KPTI, FINASIM, Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi. Diskusi ini juga melibatkan tenaga medis, profesional laboratorium, serta perwakilan industri kesehatan.
Diskusi ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Melalui RTD, para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung, bertukar pengalaman, serta mendalami potensi pemanfaatan parameter laboratorium terkini dalam konteks klinis.
Teknologi Laboratorium Mendukung Deteksi Dini Sepsis
Perkembangan teknologi hematologi memungkinkan hadirnya parameter tambahan seperti Extended Inflammatory Parameters (EIP) dan Immature Platelet Fraction (IPF). Parameter ini memberikan gambaran lebih luas mengenai respons inflamasi dan sistem imun tubuh.
EIP membantu menilai aktivitas sel-sel imun yang berperan penting dalam infeksi dan inflamasi, sementara IPF memberikan informasi terkait respons tubuh terhadap gangguan trombosit yang sering terjadi pada sepsis. Kombinasi informasi ini dapat membantu tenaga medis mengenali sepsis lebih dini, memantau perkembangan kondisi pasien, serta menyesuaikan strategi perawatan secara lebih tepat.
Kolaborasi Ilmiah Menjadi Kunci
Melalui RTD, diskusi tidak hanya berfokus pada aspek teknis medis, tetapi juga pada penguatan kolaborasi antara klinisi, laboratorium, dan industri kesehatan. Sinergi ini diperlukan untuk memastikan bahwa inovasi teknologi dapat diterapkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi pelayanan pasien.

Rumah Sakit Medistra bersama PT Sysmex Indonesia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan berbasis bukti, meningkatkan keselamatan pasien, serta memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi tantangan sepsis ke depan.
RTD ini diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi ilmiah, tetapi juga menjadi pemicu kolaborasi berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan keselamatan pasien di Indonesia.
Butuh Bantuan atau Informasi Lebih Lanjut?
Rumah Sakit Medistra siap untuk melayani Anda. Untuk pertanyaan, informasi, dan bantuan darurat, Anda bisa menghubungi kami melalui:
Telepon: (021) 5210-200
Whatsapp: 0817-5210-200
Ambulans: (021) 521-02-01

