Hubungan parasosial menjadi fenomena penting dalam kehidupan era digital saat ini. Istilah ini menggambarkan keterikatan emosional satu arah antara seseorang dan figur media, seperti selebritas, influencer, atau karakter fiksi. Walaupun bersifat satu arah, hubungan ini dapat menimbulkan rasa kedekatan yang kuat, bahkan mirip seperti pertemanan nyata.
Bagaimana Hubungan Parasosial Terbentuk di Media Sosial?
Di media sosial, figur publik sering membagikan kehidupan pribadi dan pengalaman mereka. Unggahan seperti rutinitas, cerita pribadi, hingga kerentanan emosional membuat pengikut merasa dekat secara psikologis. Dengan akses yang selalu terbuka, hubungan parasosial berkembang lebih cepat dibandingkan era televisi tradisional.
Tanda suka, komentar balasan, atau retweet dari figur publik menciptakan ilusi interaksi dua arah. Meskipun terjadi sepihak, interaksi kecil ini memberikan dampak emosional besar.
Bahkan, fitur media sosial yang digunakan untuk berteman juga digunakan untuk mengikuti figur publik, sehingga batas antara hubungan sosial dan hubungan satu arah semakin kabur.
Manfaat Hubungan Parasosial bagi Kesejahteraan
1. Memberikan Dukungan Emosional
Hubungan parasosial yang kuat mampu memberikan kenyamanan emosional. Ketika seseorang merasa tidak mendapatkan dukungan dari hubungan yang nyata, kedekatan satu arah ini justru dapat memberikan rasa aman dan stabil. Figur media menjadi “tempat kembali” yang konsisten dan tidak menuntut.
2. Meningkatkan Pengetahuan dan Perilaku Kesehatan
Banyak figur media berbagi pengalaman kesehatan, termasuk penyakit, perjuangan mental, atau kampanye preventif. Ketika pengikut memiliki hubungan emosional, pesan kesehatan tersebut menjadi lebih mudah diterima.
Pengikut yang memiliki keterikatan kuat lebih terdorong melakukan tindakan pencegahan ketika figur favorit mereka berbagi informasi kesehatan. Hal ini dapat mengurangi stigma, meningkatkan pengetahuan, dan membantu perubahan perilaku menjadi lebih sehat.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
1. Tekanan Sosial dan Perbandingan Diri
Tidak semua dampak hubungan parasosial bersifat positif. Konten yang menampilkan standar hidup tidak realistis seperti tubuh sempurna, rumah mewah, atau gaya hidup tanpa cela, dapat memicu kecemasanakan penampilan dan ketidakpuasan diri.
Pengikut dapat terjebak dalam perbandingan sosial yang membahayakan kesehatan mental, terutama ketika figur publik menunjukkan kehidupan ideal yang sulit dicapai.
2. Pengaruh Konten Tidak Sehat
Jika figur media mempromosikan perilaku tidak sehat, seperti konsumsi alkohol berlebihan atau pola makan buruk, pengikut yang memiliki keterikatan emosional dapat terpengaruh. Hal ini menunjukkan pentingnya literasi media dan kesadaran diri saat mengonsumsi konten digital.
Hubungan Parasosial sebagai Sarana Coping
Ketika seseorang menghadapi stres, kehilangan, atau masalah pribadi, hubungan parasosial dapat menyediakan rasa nyaman. Konsumsi konten figur yang mereka kagumi membuat mereka merasa didengar dan ditemani, meski tidak ada interaksi langsung.
Selama masa isolasi sosial seperti pandemi, hubungan ini menjadi semakin penting sebagai pengganti hubungan tatap muka yang terbatas. Selain itu, kematian selebritas atau tokoh yang sangat dikagumi dapat memicu kesedihan mendalam.
Banyak orang menemukan tempat aman untuk berbagi duka melalui media sosial. Komunitas online memungkinkan pengikut saling mendukung dan mengurangi rasa terisolasi ketika mengalami parasosial grief.
Dampak terhadap Perkembangan Diri dan Identitas
Figur media sering menjadi inspirasi bagi para pengikutnya. Kisah perjuangan, keberhasilan mengatasi masalah, atau pesan positif dapat mendorong perkembangan diri. Hubungan parasosial membuat para pengikutnya merasa lebih percaya diri untuk mencoba minat baru, mengeksplorasi jati diri, dan meningkatkan kekuatan emosional.
Kelompok minoritas sering menjadikan figur media sebagai sumber identifikasi ketika dukungan di dunia nyata terbatas. Melihat figur yang memiliki identitas serupa, membantu pengikut merasa dipahami, diterima, dan divalidasi. Dampaknya signifikan terhadap kesejahteraan emosional mereka.
Menjaga Keseimbangan dalam Hubungan Parasosial
Fenomena hubungan parasosial menunjukkan bahwa keterikatan satu arah dapat memberikan pengaruh besar pada kesehatan mental, dukungan emosional, coping, dan perkembangan diri.
Meskipun hubungan parasosial menawarkan kenyamanan dan dukungan, penting untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan nyata. Jika merasa hubungan ini mulai mempengaruhi kesehatan mental, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli di Medistra Hospital untuk mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.
Artikel ini ditinjau secara medis oleh: dr. Siti Dwinanti Amanda, Sp.KJ
Butuh Bantuan atau Informasi Lebih Lanjut?
Rumah Sakit Medistra siap untuk melayani Anda. Untuk pertanyaan, informasi, dan bantuan darurat, Anda bisa menghubungi kami melalui:
Telepon: (021) 5210-200
Whatsapp: 0817-5210-200
Ambulans: (021) 521-02-01
Dokter Rekomendasi

dr. Siti Dwinanti Amanda, Sp.KJ
Psychiatry
Referensi
- Hoffner, C. A., & Bond, B. J. (2022). Parasocial relationships, social media, & well-being. Current Opinion in Psychology, 45, 101306. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2022.101306
- Lotun, S., Lamarche, V. M., Matran-Fernandez, A., & Sandstrom, G. M. (2024). People perceive parasocial relationships to be effective at fulfilling emotional needs. Scientific Reports, 14(1), 8185. https://doi.org/10.1038/s41598-024-58069-9

