Stunting masih menjadi masalah besar di berbagai negara. Selama dekade terakhir, angka kejadian stunting di Indonesia masih tinggi, mencapai 37%. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Stunting bukan hanya soal tinggi badan yang tidak sesuai usia, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan angka kesakitan dan kematian, perkembangan otak dan kemampuan belajar anak, daya tahan tubuh, peningkatan risiko infeksi dan penyakit tidak menular di masa dewasa, serta penurunan produktivitas dan kemampuan ekonomi.
Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi untuk mencegah stunting dapat menjadi salah satu langkah awal yang penting untuk diperhatikan oleh setiap keluarga.
Bahan Makanan yang Dapat Mencegah Stunting
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kualitas makanan, pola pemberian MPASI, serta edukasi gizi kepada orang tua memiliki peran besar dalam mencegah stunting. Selain itu, program pendampingan dan intervensi gizi terbukti efektif meningkatkan status kesehatan anak.
1. Bahan Makanan Sumber Protein
Protein adalah komponen utama untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Setelah berusia enam bulan, ASI saja tidak dapat mencukupi kebutuhan nutrisi anak, sehingga perlu diberikan MPASI yang diperkaya dengan sumber protein.
Protein hewani (daging, ayam, ikan, telur) maupun protein nabati (tahu, tempe, atau kacang-kacangan) berperan penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Hal ini sejalan dengan sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi daging secara rutin mampu menurunkan risiko stunting karena tingginya kandungan protein dan zat gizi pendukung lainnya.
2. Bahan Makanan Tinggi Zat Besi dan Zinc
Zat besi dan zinc memiliki peranan besar dalam pembentukan sel, perkembangan otak, dan daya tahan tubuh. Kombinasi kedua mikronutrien ini terbukti efektif dalam mencegah stunting ketika diberikan secara rutin. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian MPASI yang diperkaya zat besi dan zinc dapat memperbaiki status gizi anak secara signifikan.
Beberapa contoh bahan makanan sumber yang dapat diberikan antara lain daging merah, hati ayam/sapi, makanan laut, ayam, telur dan produk susu, kacang-kacangan (termasuk tahu dan tempe), biji-bijian, sayuran hijau, serta buah-buahan.
3. Bahan Makanan Sumber Vitamin A dan Vitamin D
Vitamin A penting untuk tumbuh kembang dan daya tahan tubuh. Sedangkan vitamin D berhubungan dengan proses mineralisasi tulang yang erat dikaitakan dengan pertumbuhan tinggi badan sesuai usia. Berbagai penelitian juga menegaskan bahwa kualitas MPASI dan edukasi gizi kepada orang tua berperan besar dalam memastikan pemenuhan mikronutrien ini.
Sumber vitamin A dan vitamin D bisa didapatkan dari ikan berlemak (salmon, makarel), minyak ikan cod, kuning telur, hati sapi, sayuran berdaun hijau, buah-buahan, jamur (yang dikeringkan), serta makanan yang difortifikasi vitamin A dan D.
Selain bahan makanan yang sudah dijelaskan di atas, komposisi lain seperti karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral lain memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Karbohidrat merupakan sumber energi untuk aktivitas harian anak, lemak tidak jenuh yang berkualitas baik (seperti MUFA) dapat membantu perkembangan otak anak. Sedangkan kalsium, vitamin B1, B2, dan B12 diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Berbagai penelitian menegaskan bahwa kombinasi lengkap antara makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) serta mikronutrien (vitamin dan mineral) merupakan kunci nutrisi untuk mencegah stunting secara menyeluruh.
Program Pendampingan Gizi
Beberapa daerah menerapkan program pendampingan gizi melalui distribusi makanan tambahan yang kaya makronutrien dan mikronutrien. Studi di berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian bahan makanan sumber protein dikombinasi dengan suplementasi vitamin A dan D, serta pemberian minyak ikan dapat membantu mengurangi risiko stunting.
Peran Edukasi Gizi dalam Mencegah Stunting
Tidak hanya pemberian makanan bergizi saja, tetapi edukasi gizi kepada orangtua berdampak besar dalam perbaikan status kesehatan anak. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pelatihan memasak, penyuluhan gizi, hingga kunjungan rumah membantu meningkatkan pemahaman keluarga mengenai makanan bergizi.
Ibu yang mendapat edukasi gizi cenderung memberikan makanan dengan variasi lebih baik, lebih sadar akan kandungan nutrisi, dan mampu mempersiapkan MPASI sesuai kebutuhan anak. Program edukasi tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan makan yang lebih sehat dalam keluarga.
Intervensi yang menggabungkan edukasi dan pendampingan langsung seperti mengajarkan kebersihan saat mengolah makanan, demo memasak[AJ1] , dan memberikan contoh menu sehat terbukti meningkatkan efektivitas nutrisi untuk mencegah stunting.
Kunci Utama Pencegahan Stunting
Orang tua perlu memahami bahwa stunting tidak terjadi dalam waktu singkat, namun akibat dari kekurangan gizi yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Oleh karena itu, setiap langkah kecil yang dilakukan sangat berarti dalam memenuhi gizi anak.
Pemenuhan nutrisi untuk mencegah stunting membutuhkan kombinasi antara pemberian MPASI berkualitas (baik makronutrien dan mikronutrien), pendampingan keluarga, serta edukasi gizi yang tepat. Edukasi serta promosi layanan kesehatan diharapkan dapat memberikan pengetahuan sehingga kebiasaan makan sehat, menjaga kebersihan dan variasi makanan dapat diterapkan secara mandiri.
Edukasi gizi yang berkelanjutan dan dukungan program masyarakat semakin memperkuat suplai nutrisi untuk mencegah stunting secara berkelanjutan, sehingga anak dapat tumbuh optimal dan mencapai perkembangan terbaiknya.
Apabila Anda ingin melakukan konsultasi terkait nutrisi, Anda bisa melakukan janji temu dengan dokter spesialis gizi di Medistra Hospital untuk mendapatkan panduan nutrisi sesuai dengan kebutuhan Anda.
Butuh Bantuan atau Informasi Lebih Lanjut?
Rumah Sakit Medistra siap untuk melayani Anda. Untuk pertanyaan, informasi, dan bantuan darurat, Anda bisa menghubungi kami melalui:
Telepon: (021) 5210-200
Whatsapp: 0817-5210-200
Ambulans: (021) 521-02-01
Dokter Rekomendasi

dr. Amelia Jessica, Sp.GK, AIFO-K
Nutritionist
Referensi
- Beal T, Tumilowicz A, Sutrisna A, Izwardy D, Neufeld LM. A review of child stunting determinants in Indonesia. Matern Child Nutr. 2018 Oct;14(4):e12617. doi: 10.1111/mcn.12617.
- Ernawati F, Syauqy A, Arifin AY, Soekatri MYE, Sandjaja S. Micronutrient Deficiencies and Stunting Were Associated with Socioeconomic Status in Indonesian Children Aged 6-59 Months. Nutrients. 2021 May 26;13(6):1802. doi: 10.3390/nu13061802.
- Husnah, Sakdiah, Anam, A. K., Husna, A., Mardhatillah, G., & Bakhtiar. (2022). Peran Makanan Lokal dalam Penurunan Stunting. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika, 5(3), 47–53.
- Manoppo, M. W., & Huriah, T. (2022). Nutrition intervention to prevent stunting in children aged 6-59 months. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(S2), 147–154. https://doi.org/10.30604/jika.v7is2.1422
- Saleh, A., Syahrul, S., Hadju, V., Andriani, I., & Restika, I. (2021). Role of Maternal in Preventing Stunting: a Systematic Review. Gaceta Sanitaria, 35, S576–S582. https://doi.org/10.1016/j.gaceta.2021.10.087

