Saat menjalani puasa Ramadan, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi yang berujung pada berbagai masalah kesehatan seperti pusing, kulit kering, bahkan penurunan daya tahan tubuh. Untuk itu, mari ketahui cara mencegah dehidrasi saat puasa untuk menjaga tubuh tetap sehat.
Cara mencegah dehidrasi saat puasa
Air merupakan komponen vital yang mendukung fungsi tubuh, mulai dari menjaga suhu tubuh hingga memastikan organ berfungsi optimal. Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, sakit kepala, dan penurunan konsentrasi.
Selain itu, dehidrasi dapat menurunkan kinerja kognitif dan fisik, serta berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti batu ginjal dan gangguan metabolisme. Oleh karena itu, ketahui cara mencegah dehidrasi saat puasa dengan strategi yang tepat di bawah ini.
1. Mengatur pola minum
Manfaatkan waktu-waktu sesaat setelah berbuka puasa dan sebelum sahur untuk minum dalam jumlah yang cukup. Rencanakan jadwal minum air agar tubuh mendapatkan hidrasi yang optimal selama periode puasa.
Terapkan pola 2-4-2 (dua gelas saat iftar, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat suhoor) atau pola 4-2-2 (empat gelas saat iftar, dua gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur) untuk memenuhi kebutuhan cairan. Cobalah untuk menyesuaikan pola minum sesuai dengan kondisi tubuh.
2. Konsumsi air minimal delapan gelas
Untuk menjaga hidrasi optimal selama puasa, penting untuk mengonsumsi setidaknya delapan gelas air putih per hari. Meskipun waktu minum terbatas, target ini dapat dicapai dengan menggunakan botol air berukuran standar. Misalnya, jika botol berkapasitas 500 ml, pengisian ulang sebanyak empat kali sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan dua liter per hari.
Selain itu, alarm atau aplikasi pengingat di ponsel dapat dimanfaatkan untuk mengatur jadwal minum air pada waktu-waktu tertentu seperti sebelum tidur atau setelah salat tarawih.
3. Kenali gejala dehidrasi
Penting untuk mengetahui tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, kelelahan, pusing, dan warna urin yang gelap. Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera tingkatkan asupan cairan saat berbuka dan sahur dan konsultasi dengan dokter jika memungkinkan.
4. Hindari minuman kafein dan gula tinggi
Kopi, teh berkafein, dan minuman bersoda dapat meningkatkan pengeluaran cairan dari tubuh sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi. Sebagai gantinya, memilih air putih atau minuman dengan sedikit gula dapat membantu mempertahankan keseimbangan cairan tubuh yang lebih efektif.
5. Konsumsi makanan yang mengandung air
Buah dan sayuran seperti semangka, mentimun, dan jeruk mengandung kadar air yang tinggi sehingga dapat berkontribusi dalam menjaga hidrasi tubuh. Mengonsumsi makanan dengan kandungan air yang melimpah ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan cairan, tetapi juga memberikan tambahan vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan selama puasa.
Penutup
Hidrasi yang cukup selama puasa berperan penting dalam menjaga stamina dan fokus sepanjang hari.Terapkan langkah-langkah di atas untuk mencegah dehidrasi. Apabila menemukan gejala dehidrasi, segera temui dokter atau ahli medis untuk mendapatkan penanganan pertama.
Artikel ini ditinjau secara medis oleh: dr. Anita Puspitasari
Butuh Bantuan atau Informasi Lebih Lanjut?
Rumah Sakit Medistra siap untuk melayani Anda. Untuk pertanyaan, informasi, dan bantuan darurat, Anda bisa menghubungi kami melalui:
Telepon: (021) 5210-200
Whatsapp: 0817-5210-200
Ambulans: (021) 521-02-01
Referensi:
- Sunardi D., Chandra D.N., Medise B.E., et al. (2022). Assessment of water consumption during Ramadan intermittent fasting: Result from Indonesian cross-sectional study. Front. Nutr. 9:922544. doi: 10.3389/fnut.2022.922544
- Fasting and the risk of dehydration during Ramadan – Hamad Medical Corporation