Obat merupakan solusi medis yang efektif dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat yang sesuai dengan kondisi pasien. Tetapi, obat tidak dapat digunakan sembarangan. Pada artikel ini, kami akan menjelaskan bagaimana cara pemakaian, penggunaan yang tepat, dan informasi lainnya.
Cara Pemakaian Obat
1. Obat dalam (Oral)
Obat yang diminum seperti tablet, kapsul, kaplet, dan sirup.
2. Obat Luar
Obat yang tidak boleh diminum dan digunakan dengan cara dioles, ditetes, dimasukkan dalam dubur, ditempel, dan dihirup.
3. Obat Suntik
Obat yang diberikan dengan menggunakan alat suntik.
Cara Mendapatkan Obat
Penggunaan obat yang tepat dapat membantu tubuh dalam mengatasi berbagai penyakit dan menjaga kesehatan. Namun, bagaimana cara mendapatkan obat yang tepat dan aman?
1. Obat Bebas
Obat yang dapat dijual atau dibeli secara bebas di toko obat atau di apotek tanpa resep dokter. Kemasan obat bebas ditandai dengan logo lingkaran hijau.

Obat bebas dengan tanda lingkaran berwarna hijau
2. Obat Bebas Terbatas
Obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi masih dapat dijual atau dibeli secara bebas. Kemasan obat bebas terbatas ditandai dengan logo lingkaran biru.

Obat bebas terbatas dengan tanda lingkaran berwarna biru
3. Obat Keras
Obat yang hanya dibeli di apotek atas resep dokter dan dapat di ulangi tanpa resep baru hanya apabila pada resep pertama obat tersebut terdapat kode dokter untuk diulangi pengambilannya. Kemasan obat keras ditandai dengan logo lingkaran merah.

Obat keras dengan tanda lingkaran berwarna merah
Penggunaan Obat yang Benar
Sebelum mengonsumsi obat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
1. Identitas
Cek pada label obat, apakah sesuai dengan nama pasien.
2. Nama Obat
Cek pada label dan kemasan obat, apakah sudah sesuai dengan obat yang diresepkan oleh dokter.
3. Dosis
Pastikan dosis yang tertera pada label sesuai dengan kebutuhan.
4. Cara Pemberiannya
Pastikan aturan pakai atau cara penggunaan obat tersebut. Misalnya, diteteskan, dioleskan, diminum, dicairkan, dan lainnya.
5. Waktu
Perhatikan kapan Anda harus minum obat
6. Cara Penyimpanan dan Kadaluarsa
Perhatikan cara menyimpan obat, misalnya disimpan di lemari es atau pada ruangan dengan suhu tertentu.
Memberikan Informasi kepada Dokter
Informasikan atau beritahu dokter apabila:
- Menggunakan obat-obatan lain
- Memiliki masalah kesehatan atau menderita penyakit lain
- Memiliki riwayat alergi
- Sedang diet rendah gula atau rendah garam
- Dalam keadaan hamil atau merencanakan kehamilan
- Sedang menyusui
Perhatikan Saat Menggunakan Obat
- Baca aturan pakai sesuai pada etiket/label
- Hindari pemakaian obat yang telah kadaluarsa
- Minum obat bersama air putih, jangan minum alkohol dalam pemakaian obat
- Jangan memberikan obat kepada orang lain karena kondisi setiap orang berbeda
- Letakkan obat pada tempat sejuk dan tidak terkena sinar matahari
- Simpan obat pada wadah aslinya, jangan dicampur dengan obat yang lain
Hindari Pemakaian Obat Palsu
Obat palsu hanya dapat dideteksi melalui uji laboratorium dan sulit dibedakan dengan obat asli karena bentuk, warna, dan kemasan obat palsu sangat mirip dengan obat aslinya. Jangan terkecoh dengan harga yang murah.
Penyimpanan Obat yang Baik
Obat harus disimpan dengan baik dan benar guna menjaga kualitasnya. Berikut cara penyimpanan yang benar:
1. Simpan obat pada suhu kamar
2. Hindari sinar matahari langsung dan tempat lembap
3. Jangan menyimpan obat yang sudah kadaluarsa
4. Jangan menyimpan sediaan cair pada lemari es kecuali tertulis pada label
5. Jauhkan dari jangkauan anak-anak
Penutup
Penggunaan obat yang tidak tepat menyebabkan berbagai masalah serius. Penting untuk selalu bertanggung jawab dalam mengonsumsi obat.
Untuk informasi yang lebih lanjut, Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter atau apoteker.
Butuh Bantuan atau Informasi Lebih Lanjut?
Rumah Sakit Medistra siap untuk melayani Anda. Untuk pertanyaan, informasi, dan bantuan darurat, Anda bisa mengubungi kami melalui:
Telepon: (021) 5210-200
Whatsapp: 0817-5210-200
Ambulans: (021) 521-02-01

