Setelah menjalani prosedur bedah ortognatik, perawatan orthodonti sebelum dan sesudah operasi sangat penting untuk memastikan keberhasilan serta kestabilan hasil akhir.
Perawatan orthodonti terintegrasi (pre-surgery dan pasca-surgery) tidak hanya mengubah penampilan wajah secara signifikan, tetapi juga mengembalikan fungsi mulut yang optimal, meningkatkan kualitas hidup, dan membangun kembali kepercayaan diri pasien.
Peran Orthodonti dalam Bedah Ortognatik: Pre- dan Pasca-Surgery
Perawatan orthodonti adalah komponen penting dalam pengobatan maloklusi berat yang memerlukan bedah rahang. Proses ini bersifat berkelanjutan: dimulai sebelum operasi untuk persiapan, dilanjutkan setelah operasi untuk stabilisasi.
1. Perawatan Orthodonti Pre-Surgery (Sebelum Operasi)
Perawatan orthodonti sebelum operasi bertujuan menyelaraskan gigi untuk mempersiapkan rahang agar prosedur bedah lebih presisi. Prosesnya meliputi pemasangan kawat gigi atau alat orthodonti untuk mengatur posisi gigi, serta mengurangi crowding atau spacing agar rahang mudah diposisikan.
Perawatan ini mempermudah bedah, mengurangi risiko komplikasi, dan memastikan oklusi ideal pasca-operasi.
2. Perawatan Orthodonti Pasca-Surgery (Setelah Operasi)
Setelah operasi, perawatan orthodonti bertujuan “mengunci” posisi rahang baru serta menyempurnakan gigitan. Prosesnya melanjutkan kawat gigi yang sudah ada atau memasang yang baru untuk menyesuaikan gigi, menutup celah, dan menciptakan oklusi stabil.
Perawatan ini mencegah gigi kembali ke posisi semula dan menjaga stabilitas jangka panjang. Pasien yang sudah menggunakan kawat gigi atau melakukan perawatan orthodonti sebelum operasi dapat langsung melanjutkan pasca-bedah tanpa memulai dari awal.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perawatan Orthodonti
Setelah menjalani operasi bedah ortognatik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar hasilnya bertahan lama. Berikut adalah beberapa faktor yang berperan penting:
1. Perawatan Orthodonti yang Tepat
Setelah operasi, perawatan orthodonti atau kawat gigi sangat penting untuk memastikan rahang tetap berada di posisi yang benar. Kawat gigi ini membantu “menjaga” posisi rahang yang baru.
Setelah kawat gigi dilepas, penggunaan retainer menjadi sangat penting. Retainer adalah alat untuk mencegah gigi kembali bergerak ke posisi semula.
2. Faktor dari Diri Pasien
Kebiasaan sehari-hari juga memengaruhi hasil akhir. Misalnya, cara mengunyah makanan, gerakan otot wajah, dan posisi lidah saat berbicara atau tidur bisa memberi tekanan pada rahang. Kebiasaan ini bisa mempercepat atau memperlambat proses penyesuaian rahang dan gigi.
3. Perubahan Posisi Gigi Seiring Waktu
Meski hasilnya stabil setelah operasi, posisi gigi bisa sedikit berubah seiring waktu. Misalnya, pada pasien dengan maloklusi kelas II (rahang atas lebih menonjol), jarak antara gigi depan atas dan bawah (overjet) cenderung meningkat.
Sebaliknya, pada pasien dengan maloklusi kelas III (rahang bawah lebih maju), jarak tersebut cenderung berkurang. Untuk mencegah perubahan ini, penting untuk tetap melanjutkan perawatan orthodonti dan rutin menggunakan retainer.
Jenis-Jenis Perawatan Orthodonti
Terdapat berbagai jenis perawatan orthodonti yang digunakan untuk mengatasi masalah pada posisi gigi dan rahang.
1. Braces Tetap (Fixed Braces)
Braces tetap adalah jenis alat orthodonti yang paling banyak digunakan. Alat ini terdiri dari bracket yang dipasang pada permukaan depan gigi dan dihubungkan dengan kawat. Braces ini digunakan untuk perawatan jangka panjang.
Setelah beberapa hari pemakaian, pasien bisa makan seperti biasa, tetapi ada beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari, seperti permen kenyal dan minuman bersoda karena dapat merusak alat maupun gigi.
2. Braces Lepas (Removable Braces)
Braces lepas merupakan alat orthodonti yang dapat dilepas untuk membersihkan gigi atau saat aktivitas tertentu, menjadikannya fleksibel untuk semua jenis kasus. Pada kasus ringan, braces lepas digunakan untuk penyelarasan sederhana sebelum operasi. Braces lepas juga bisa digunakan untuk anak-anak dan membantu koreksi pertumbuhan rahang.
Invisalign merupakan salah satu braces lepas yang menjadi pilihan modern berupa aligner plastik transparan yang tidak terlihat. Jenis braces ini diganti setiap dua minggu dan ideal bagi pasien profesional, dengan ketentuan pemakaian 20-22 jam per hari. Pasien hanya boleh melepasnya saat makan atau membersihkan gigi, serta harus mengikuti jadwal dokter secara ketat.
3. Retainer
Setelah kawat gigi dilepas, penggunaan retainer menjadi sangat penting untuk mempertahankan posisi gigi. Retainer berfungsi untuk mencegah pergerakan gigi kembali ke posisi semula.
Konsultasikan dengan Orthodontis
Diskusikan dengan orthodontis mengenai jenis perawatan yang paling sesuai setelah prosedur bedah ortognatik. Dengan pengawasan dan perawatan yang tepat, hasil bedah ortognatik akan lebih stabil dan memperbaiki fungsi serta penampilan gigi dan wajah.
Jika Anda memiliki keluhan atau membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai perawatan orthodonti pasca bedah ortognatik, jangan ragu untuk menghubungi dokter gigi spesialis orthodontis di Medistra Hospital untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan hasil yang optimal.
Butuh Bantuan atau Informasi Lebih Lanjut?
Rumah Sakit Medistra siap untuk melayani Anda. Untuk pertanyaan, informasi, dan bantuan darurat, Anda bisa menghubungi kami melalui:
Telepon: (021) 5210-200
Whatsapp: 0817-5210-200
Ambulans: (021) 521-02-01
Dokter Rekomendasi

Dentistry
Referensi
- Mulier, D., Gaitán Romero, L., Führer, A., Martin, C., Shujaat, S., Shaheen, E., Politis, C., & Jacobs, R. (2020). Long-term dental stability after orthognathic surgery: a systematic review. European Journal of Orthodontics, 1–9. https://doi.org/10.1093/ejo/cjaa022
- Dall’Magro, A. K., Dogenski, L. C., Dall’Magro, E., Figur, N. S., Trentin, M. S., & De Carli, J. P. (2021). Orthognathic surgery and orthodontics associated with orofacial harmonization: Case report. International journal of surgery case reports, 83, 106013. https://doi.org/10.1016/j.ijscr.2021.106013
- Orthodontic treatments – NHS UK

