PDF Print E-mail
Written by Marketing Medistra   
Friday, 15 July 2016 02:34

Hati Tersenyum Bebas Hepatitis

(Prof. Dr. Suwandhi Widjaja, Ph.D)

          Hepatitis adalah penyakit yang menyerang organ hati manusia dan disebabkan oleh serangan virus. Terdapat beberapa macam virus hepatitis yang beredar di dunia. Tipe yang paling umum adalah hepatitis A, B dan C. Di Indonesia, penyakit hepatitis termasuk penyakit berbahaya yang masuk dalam lima imunisasi yang biayanya digratiskan oleh pemerintah selain BCG, DPT, polio, dan campak.

          Penyakit ini tergolong penyakit berbahaya karena peran hati yang tidak tergantikan pada tubuh manusia. Sebagai salah satu alat sekresi manusia, hati berfungsi memecah senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urin, serta asam urat yang memanfaatkan nitrogen serta asam amino. Senyawa racun yang telah dipecah oleh hati tersebut kemudian dikeluarkan melalui empedu dalam bentuk feses.

          Viirus Hepatitis yang menyerang organ hati ini mengakibatkan organ mengalami peradangan sehingga fungsinya terganggu. Dampak lain adalah hati menolak darah yang mengalir sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Apabila dibiarkan, organ hati yang rusak ini dapat berkembang menjadi pengerasan hati sampai kanker hati. Tak hanya itu, fungsi organ tubuh lainnya juga akan ikut terganggu akibat kerusakan tersebut.

          Hepatitis akan menjadi beban dalam jangka panjang. Gejala umum yang terjadi adalah rasa nyeri atau sakit pada perut bagian kanan, badan lemas, mual, demam, dan diare. Gejala llain yang dapat ditimbulkan adalah flu dan sakit kuning, dimana hal ini ditandai kulit dan mata yang terlihat kuning. Namun gejala-gejala ini tidak selalu tampak, khususnya pada anak-anak.

          Sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus, hepatitis dapat menular dari penderita ke orang sehat. Jika penularan virus tersebut disertai dengan kekebalan tubuh yang lemah, orang tersebut dapat terjangkit hepatitis. Namun jikasistem kekebalan tubuhnya baik, virus tersebut dapat dilawan oleh antibodi orang itu sendiri.

Perbedaan Hepatitis A, B, dan C

          Terdapat beberapa jenis virus hepatitis yang dinamai sesuai abjad yaitu virus hepatitis A, B, C, D, E, F, dan G. Di antara beberapa tipe virus hepatitis tersebut, tipe A, B, dan C adalah yang paling umum ditemui. Namun sampai saat ini baru ditemukan vaksin untuk virus hepatitis A dan B saja.

          Virus hepatitis A biasanya terdapat pada kotoran penderita. Penyebaran virus ini terjadi ketika seseorang meminum air yang tercemar virus hepatitis A (VHA), mengonsumsi makanan yang tidak dimasak dengan benar serta lupa mencuci tangan sebelum makan, menyiapkan makanan dan sehabis menggunakan toilet.

          Sementara itu virus hepatitis B menular melalui darah atau cairan tubuh (air liur, cairan vagina atau air mani) penderita ke aliran darah orang yang sehat. Kegiatan lainnya seperti transfusi darah, penggunaan alat seperti pisau cukur, perawatan gigi, gunting kuku, jarum suntik dan jarum tato yang berbagi dengan penderita virus hepatitis B (VHB) juga dapat menyebarkan virus tersebut. Seorang ibu yang terinfeksi virus VHB juga dapat menurunkan virus tersebut ke kandungannya. Penularan virus hepatitis C (VHC) hampir sama dengan hepatitis B, meski kebanyakan disebabkan jarum suntik.

Penanganan Hepatitis Sejak Dini

           Gejala dari penyakit hepatitis yang tidak jelas sering mengakibatkan penderita baru menyadari penyakit ketika kondisinya sudah parah. Oleh sebab itu penvegahan sejak dini sangat dibutuhkan guna mencegah kerusakan hati lebih jauh.

           Langkah awal yang dapat dilakukan adalah vaksinasi. Saat ini vaksinasi baru dapat dilakukan untuk memperoleh antibodi virus hepatitis A dan B saja. Pemberian vaksin pada anak-anak harus diberikan sejak awal karena kekebalan tubuh anak-anak lebih lemah untuk membersihkan virus dibandingkan orang dewasa.

           Selalu beristirahat yang cukup serta mengonsumsi makanan yang bergizi dapat menjaga tubuh agar tetap kuat saat virus menyerang sistem kekebalan tubuh. Menjaga kesehatan hati secara alami juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi beberapa jenis sayuran maupun rempah. Jenis sayuran dan rempah. Jenis sayuran dan rempah tersebut antara lain temulawak, wortel, sayur bit, asparagus, dan kunyit. Kandungan curucumin pada temulawak berfungsi sebagai anti-inflamasi dan hepatotoksik untuk melindungi hati dari radang. Temulawak juga dipercaya dapat memperkuat sel-sel pada organ hati dan meningkatkan daya tubuh. Sementara itu kandungan glutathione pada wortel mampu mencegah kerusakan hati dari dalam.

            Serat pada sayur bit berfungsi meningkatkan enzim antioksidan dalam tubuh yang berperan membuang racun dari hati. Sayur ini juga kaya kandungan glutamine dan asam amino untuk mencegah masuknya virus. Asparagus yang banyak mengandung serat berperan dalam mencegah kerusakan hati melalui sistem pencernaan. Rempah terakhir yaitu kunyit, berperan sebagai detoks yang mampu mencerna lemak sehingga virus yang merusak hati melalui sistem pencernaan dapat dicegah. Kunyit juga mengandung curucumin seperti halnya temulawak.   

 

Last Updated ( Friday, 15 July 2016 03:51 )
 
The contents of this webpage are copyright � 2007-2008 Medistra Hospital. All rights reserved.
isuzu cikarang isuzu cikarang bekasi jakarta isuzu giga isuzu giga isuzu giga isuzu elf isuzu panther Dealer Isuzu Bekasi Cibitung Cikarang isuzu elf isuzu giga elf sparepart isuzu kredit isuzu harga isuzu promo isuzu dealer isuzu isuzu isuzu mobil isuzu bekasi isuzu online isuzu kita promo isuzu promo isuzu isuzu giga isuzu panther isuzu elf paket umroh Resep Masakan Resep Masakan