Neurofisiologi Sebagai Alat Bantu Diagnostik Dan Intraoperatif Monitoring Di Kamar Operasi Print

Oleh : Dr. Sendjaja Muljadi, Sp.S, FRCP

PENDAHULUAN

Neurofisiologi merupakan bagian dari bidang Neurologi yang mempelajari sifat-sifat fisiologis saraf.

Adapun pemeriksaan neurofisiologis yang dapat dikerjakan antara lain seperti : ENMG (Elektroneuromiografi) – biasa sering disebut EMG saja, EEG (Elektroensefalografi), EP (Evoked Potensial-termasuk disini SSEP/BAEP/VEP/MEP).

Pada umumnya yang lazim dikerjakan di klinik sehari-hari adalah : EMG, EEG, dan Evoked Potential (EP), tergantung dari keperluan untuk menunjang diagnosa.

Belakangan ini, dari neurofisiologi klinik tersebut, dikembangkanlah alat yang dinamakan Intraoperatif  Neurofisiologi Monitoring. Gunanya adalah untuk membantu dokter-dokter bedah (baik ahli bedah syarah, bedah tulang ataupun THT) yang sedang melakukan tindakan operasi agar dapat meminimalisir risiko operasi terhadap fungsi syaraf.

Dalam naskah ini, pembahasan masalah diagnostik lebih dititik beratkan pada EMG dan Evoked Potensial (terutama SSEP – Somato Sensoric Evoked Potential) dan sifat pembahasan juga bersifat sangat superficial.

ENMG (ELEKTRONEUROMIOGRAFI)

EMG merupakan suatu pemeriksaan yang non-invasif dan dipergunakan untuk memeriksa keadaan saraf perifer dan otot. Dan merupakan pelengkap dari pemeiksaan klinis neurologis maupun pemeriksaan penunjang lain (mis. MRI), sehingga dari hasil-hasil pemeriksaan tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan.

Jangkauan pemeriksaan EMG adalah sesuai dengan gangguan Lower Motor Neuron (LMN) yang meliputi cornu anterior, radiks, pleksus, saraf prefier, paut saraf otot dan otot.

EMG klinik mempelajari:

-          amplitudo potensial

-          waktu/durasi potensial

-          fase potensial

-          recruitment (jumlah potensial yang dapat diaktifkan)

 NEUROGRAFI, mempelajari :

-          kecepatan hantar saraf (baik motorik maupun sensorik)

-          F Wave

-          H Refleks

SOMATO SENSERIC EVOKED POTENTIAL (SSEP)

Adalah pemeriksaan yang dipergunakan untuk melihat atau mempelajari lesi-lesi yang letaknya lebih proksimal, sepanjang jaras somato-sensorik (dengan kata lain yang tidak terjangkau dengan EMG – jadi dapat yang bersifat Upper Neuron/UMN).\

INTRAOPERATIF NEUROFISIOLOGIK MONITORING

Suatu tindakan yang dikerjakan akan menempuh resiko. Lapangan intraoperatif merupakan satu bagian yang penuh dengan resiko dan pembedahan itu sendiri dapat menimbulkan berbagai resiko pada system persyarafan dan anggota gerak.

Pembiusan (anaesthesia) diaplikasikan untuk mencapai penekanan /supresi pada fungsi motorik dan sensorik pasien selama proses pembedahan, namun supresi tersebut tidak mampu memberikan informasi klinis dini/memberi peringatan dini kepada operator jika terjadi bahaya yang mengancam, yang tepat pada waktunya.

Sebagai metode alternatif dari monitoring dan untuk menjaga keselamatan fungsi syaraf dari seorang pasien yang pada saat sedang dalam keadaan terbius total, merupakan tujuan dari intraoperatif neurofisiologik monitoring.

Intraoperatif Neurofisiologik Monitoring merupakan bagian dari neurofisiologi yang tergolong berusia masih sangat muda. Alat ini baru dipergunakan sejak tahun 1994 di Amerika Serikat.

Idealnya adalah bahwa prosedur monitoring ini tidak menambah resiko dari pembedahan, akan tetapi sebaliknya dapat menunjukan manfaat yang positif dalam mengurangi insiden yang dapat membahayakan system persyarafan.

Suatu tujuan dari intraoperatif neurofisiologik monitoring yaitu mendeteksi pada saat yang tepat setiap terjadi kemundurang fungsi pada system persarafan yang dapat terjadi selama operasi berlangsung, sehingga dapat segera kepada operator untuk segera memodifikasi tindakan pembedahan agar fungsi dapat tetap terpelihara.

MANFAAT

Adapun kegunaan intraoperatif neurofisiologik monitoring ini sangatlah luas. Dengan kemajuan teknologi kedokteran dan komputer yang demikian canggih, maka terciptalah alat ini yang dapat mengawal setiap fungsi syaraf dalam berbagai tindakan pembedahan.

JENIS-JENIS TEKNIK NEUROFISIOLOGIK MONITORING

-          EEG (Somato Sensoric Evoked Potential)

-          BAEP (Brainstem Auditory Evoked Potential)

-          MEP (Motor Evoked Potential)

-          NAP (Nerve Action Potential)

Dengan tersedianya bermacam-macam jenis pemeriksaan neurofisiologik yang ada, maka kita dapat memilih/melakukan setting yang diperlukan untuk memonitoring suatu jenis tindakan pembedahan/invasi yang akan dilakukan.

KESIMPULAN

Neurofisiologi merupakan bagian dari disiplin ilmu neurology yang mempunyai lapangan begitu luas.

Suatu diagnosa dapat dibantu untuk ditegakan dengan mempelajari fisiologi/faal dari saraf.

Juga dengan semakin berkembangnya ilmu kedokteran, maka neurofisiologi ini dapat dipergunakan dalam memonitoring suatu tindakan pembedahan, sehingga dapat memperkecil risiko tindakan.
 
The contents of this webpage are copyright � 2007-2008 Medistra Hospital. All rights reserved.
isuzu cikarang isuzu cikarang bekasi jakarta isuzu giga isuzu giga isuzu giga isuzu elf isuzu panther Dealer Isuzu Bekasi Cibitung Cikarang isuzu elf isuzu giga elf sparepart isuzu kredit isuzu harga isuzu promo isuzu dealer isuzu isuzu isuzu mobil isuzu bekasi isuzu online isuzu kita promo isuzu promo isuzu isuzu giga isuzu panther isuzu elf paket umroh Resep Masakan Resep Masakan