Tua Dan Solusinya Print

 Oleh: Dr Lanny Lestiani, MSc. SpGK(K)

Sering kita mendengar dalam masyarakat seseorang dikatakan tua hanya karena perubahan penampilan fisik seperti tampak bongkok, adanya uban, serta kulit keriput.  Sebenarnya apa yang dimaksud dengan tua ?

Penilaian usia

Tua sangat berhubungan dengan usia. Dikenal 2 jenis usia yaitu: usia kronologis dan usia biologis. Usia kronologis ditentukan berdasarkan perhitungan kalender, sehingga tidak dapat dicegah maupun dikurangi. Sedangkan usia biologis adalah usia yang dilihat dari kondisi jaringan tubuh seseorang yang sangat tergantung dari faktor nutrisi maupun lingkungan sehingga usia biologis dapat dipengaruhi.

Usia kronologis tidak selalu sejalan dengan usia biologis, sebagai contoh seseorang secara kronologis berusia 40 tahun, namun penampilan secara biologis bisa tampak lebih ‘segar’ dan lebih muda dibanding usianya. Saat ini para ahli banyak melakukan penelitian untuk memperlambat usia biologis yang dikenal dengan anti penuaan (anti aging). Dengan memperlambat penuaan, seseorang diharapkan akan mengalami hidup produktif dan berkualitas dengan kesehatan prima.

Penuaan

Dahulu orang berpendapat bahwa menjadi tua merupakan hal yang wajar, alamiah dan tidak dapat dicegah. Namun sejak adanya penelitian yang dilakukan oleh Dr Daniel Rudman, pendapat tersebut menjadi luntur. Bahkan saat ini banyak teori yang diajukan untuk memperlambat proses penuaan seperti :

  • teori pakai dan rusak (wear and tear theory)
  • teori neuron-endokrin (hormonal)
  • teori kontrol genetik
  • teori radikal bebas
  • teori telomerase
  • teori crosslinking

Dari semua teori di atas yang banyak diteliti saat ini adalah teori radikal bebas.

Radikal bebas

Radikal bebas merupakan senyawa yang mempunyai satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan. Elektron-elektron yang tidak berpasangan tersebut akan mencari elektron lain untuk membentuk pasangan supaya menjadi stabil. Oleh karena itu radikal bebas bersifat sangat reaktif, merusak dan mudah bereaksi dengan senyawa lain yang ada di dalam tubuh, seperti DNA (Deoxy Nucleic Acid), asam lemak tak jenuh (banyak terdapat pada membran sel) dan senyawa protein dalam tubuh. Akibatnya sel-sel tubuh akan menjadi cepat rusak dan menua.

Darimanakah asal radikal bebas tersebut ? Radikal bebas dapat dihasilkan oleh: (1) tubuh, sebagai hasil sampingan proses oksidasi, olahraga yang berlebihan maupun peradangan (pembengkakan pada jaringan tubuh). (2) pengaruh dari luar, seperti : radiasi sinar ultra violet, polusi udara (asap pabrik, asap kendaraan, asap rokok), makanan yang dipanggang dan pestisida.

Untuk menetralisir radikal bebas, tubuh membentuk zat yang disebut antioksidan dengan tujuan agar radikal bebas tidak lagi berbahaya bagi tubuh. Walaupun terdapat berbagai sistem peredam radikal bebas dalam tubuh, masih ada saja radikal bebas yang lolos dan merusak molekul sel sehingga sel menjadi aus, rusak dan mati.

Hubungan antioksidan dengan gangguan kesehatan

Penyakit jantung koroner 

Umumnya penyakit jantung koroner dimulai dari proses aterosklerosis pembuluh darah jantung. Banyak studi membuktikan proses oksidasi kolesterol LDL oleh radikal bebas memegang peranan utama dalam pembentukan, perkembangan, dan pelepasan plak dari aterosklerosis yang dapat berakibat fatal, yaitu tersumbatnya pembuluh darah jantung, dikenal sebagai serangan jantung. Antioksidan terbukti mampu menghambat perusakan sel oleh radikal bebas (Tran, 2001)

Gangguan pada otak

Sel-sel otak merupakan sasaran empuk serangan senyawa radikal bebas, karena unsur penyusun dinding sel terdiri atas asam lemak tak jenuh ganda. Radikal bebas yang terbentuk akan memutuskan ikatan ganda dan membentuk senyawa radikal bebas baru, yang merusak sel otak secara beruntun dan bersifat permanen. Akibatnya sel otak akan mengalami penuaan dini, sehingga terjadi gejala seperti mudah lupa, susah mengingat sampai dementia. Bila tidak cepat diatasi akan mempercepat kepikunan, serta munculnya berbagai penyakit seperti Parkinson atau Alzheimer.

Menopause

Dalam pembicaraan sehari-hari sering kali menopause (berhentinya haid) diidentikkan dengan proses penuaan pada perempuan, sehingga datangnya menopause merupakan ‘momok’ bagi mereka. Oleh karena itu penelitian untuk memperlambat menopause saat ini banyak dilakukan, antara lain penelitian yang dilakukan di Jepang (Nagata,2000). Hasil yang didapat menunjukkan bahwa perempuan yang banyak mengkonsumsi sayuran berwarna hijau dan kuning (kaya akan antioksidan) akan lebih lambat mengalami menopause dibandingkan yang kurang mengkonsumsi. Hal ini terjadi karena antioksidan akan memperlambat proses penuaan pada sistem hipotalamus otak yang berperan penting dalam siklus menstruasi (gambar 1).

Osteoporosis

Dalam tubuh, tulang selalu mengalami proses pembentukan dan perombakan. Proses pembentukan dan perombakan ini berjalan seimbang. Pada osteoporosis proses perombakan tulang terjadi lebih besar daripada pembentukannya sehingga tulang menjadi keropos, rapuh dan mudah patah. Akibatnya akan menghambat produktivitas serta kualitas hidup saat memasuki usia tua. Oleh karena itu banyak penelitian dilakukan untuk mencegah osteoporosis, salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Australia (Pasco J.A. et al, 2006), yang menyatakan bahwa konsumsi antioksidan akan menurunkan proses pembongkaran tulang dalam tubuh sehingga kejadian osteoporosis dapat dicegah.

 

 

Pencegahan  

Seperti telah disebutkan di atas, peran radikal bebas yang bersifat merusak dapat dicegah ataupun dihambat dengan antioksidan. Berdasarkan sumbernya ada 2 macam antioksidan yang dikenal yaitu antioksidan endogen dan antioksidan eksogen.

Antioksidan endogen merupakan antioksidan yang dibentuk oleh tubuh sendiri, sedangkan antioksidan eksogen dapat diperoleh dari makanan sehari-hari terutama dari sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin dan mineral seperti vitamin A, C, E, seng (Zn), selenium (Se), dll. Adapun bahan makanan sumber dan dosis yang dianjurkan dapat dilihat pada tabel 1.

 

No.

Antioksidan

Bahan makanan sumber

Dosis dewasa

Laki-laki

Perempuan

1.

Vitamin A

Sayur dan buah yang berwarna kuning, ikan, mentega

100 µg RE1/hari

800µg RE/hari

2.

Vitamin C

Sayur dan buah terutama jeruk, anggur, jambu klutuk

60 mg/hari

60 mg/hari

3.

Vitamin E

Kecambah, biji gandum, kuning telur

10 α TE2/hari

8 α TE/hari

4.

Seng (Zn)

Ikan laut, kerang, hati

15 mg/hari

12 mg/hari

5.

Selenium (Se)

Ikan laut, daging, gandum, kacang kedele

70 µg/hari

55µg/hari

6.

Likopen

Sayur dan buah berwarna merah, tomat, semangka

Belum ada data

Belum ada data

Sumber: Krause’s (2000)

Keterangan:   1. RE = retinol equivalen, 1 µg RE = 1 retinol atau 6 µg β-karoten.

                   2. TE = tokoferol equivalen

                                                                            

 

Beberapa tips untuk awet muda dari segi nutrisi :

-          Hidup sehat, makan secukupnya serta teratur

-          Pola makan 4 sehat 5 sempurna, hindari sumber lemak jenuh

-          Perbanyak konsumsi buah, sayur dan serat

-          Berhenti merokok

-          Olahraga teratur

-          Pertahankan berat badan normal

-          Cukup rekreasi

-          Konsumsi suplemen bila perlu

 

RS Medistra memiliki “Klinik Cantik”, yang merupakan pelayanan terpadu yang didukung oleh berbagai jurusan ilmu (Gizi, Gigi, Kulit, Akupuntur, Bedah Plastik). Dengan melihat komposisi dari berbagai jenis ilmu terkait tersebut tentu dapat diharapkan pasien dari “Klinik Cantik” ini akan dapat memperlambat penuaan dini serta hidup lebih produktif dan berkualitas.

 
 

 

 

 
The contents of this webpage are copyright � 2007-2008 Medistra Hospital. All rights reserved.
isuzu cikarang isuzu cikarang bekasi jakarta isuzu giga isuzu giga isuzu giga isuzu elf isuzu panther Dealer Isuzu Bekasi Cibitung Cikarang isuzu elf isuzu giga elf sparepart isuzu kredit isuzu harga isuzu promo isuzu dealer isuzu isuzu isuzu mobil isuzu bekasi isuzu online isuzu kita promo isuzu promo isuzu isuzu giga isuzu panther isuzu elf paket umroh Resep Masakan Resep Masakan